Tokoh reformasi Amien Rais secara tegas mengatakan terpilihnya pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) sebagai Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta, tidak akan membawa perubahan apapun.
Malah sebaliknya, dengan gaya khasnya, tokoh reformasi ini mengatakan bahwa dengan kemenangan Jokowi-Ahok, kekuatan ekonomi kecil di Jakarta akan semakin tergilas dengan kekuatan ekonomi besar yang berada di rangkaian gerbong Ahok.
“Kemenangan Jokowi-Ahok tidak akan membawa perubahan apapun bagi Jakarta. Saya tak menyebutnya etnis. Di belakang Ahok, didukung pebisnis-pebisnis kuat," jelas Amien kepada para wartawan di sela-sela Rakerda DPD PAN,di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/9/2012) malam.
Menurut Amien, kekuatan pebisnis yang dibawa Ahok dikontrol oleh kekuatan politik di belakangnya. Sehingga arah kebijakan pemerintahan Jokowi-Ahok praktis juga dikontrol.
“Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,” paparnya.
Menurut Amien, kondisi pemerintahan semacam itu sangat tidak sehat. Seharusnya yang bisa mengontrol dan mengendalikan pebisnis itu politik. Bukan sebaliknya,tambah Amien, pebisnis yang mengendalikan politik efek dari perkawinan tersebut.
“Kemenangan tersebut melambangkan masa depan demokrasi di ambang kehancuran,” ujarnya lagi.
Tak hanya itu saja, kemenangan Jokowi-Ahok salah satunya bisa menendalikan media massa. Karena salah satu faktor kekalahan Foke yaitu ketidakmampuan Foke mengendalikan media massa.
“Faktanya hampir 85 persen media massa berpihak kepada Jokowi. Foke tidak bisa merebut media massa karena Foke tidak memiliki dana cukup untuk mengendalikan media massa," paparnya.
Senin, 01 Oktober 2012
Kehilangan tangan tak membuatnya berhenti berjihad, Subhanallah.
Kisah seorang mujahid Suriah yang tetap berjihad walau satu tangannya telah diamputasi
Ketegaran mujahidin Suriah di medan ribath dan jihad sungguh sangat mengagumkan. Adalah Sami Rahmaun, seorang mujahid yang tetap bertempur di garis depan meski ia telah kehilangan salah satu tangannya.
Sami Rahmaun adalah komandan mujahidin brigade Abul Alamain di distrik Halfaya, propinsi Pinggiran Hamah. Pertempuran dengan persenjataan sederhana melawan militer rezim Suriah yang jauh unggul di bidang jumlah personil dan persenjataan memaksa mujahidin untuk menempuh taktik gerilya.
Regu yang dipimpin Sami Rahmaun berpindah dari satu medan tempur ke medan tempur lainnya, dari satu desa ke desa lainnya. Mereka terus melakukan sergapan demi sergapan dan menimbulkan kerugian demi kerugiaan di pihak militer rezim Suriah. Dalam pertempuran di desa Shalahudin, propinsi Homs, Sami Rahmaun terkena pecahan tembakan artileri rezim Suriah. Luka di tangan kirinya cukup parah dan ia harus menjalani operasi amputasi.
Sami Rahmaun tidak pernah patah semangat dengan cacat tangan kirinya. Semangatnya untuk berjihad demi membela kaum muslimin sunni dari kebiadaban rezim Nushairiyah dukungan komunis Rusia dan Syiah Iran tetap bergelora. Setelah lukanya sembuh, ia kembali mengangkat senjata dan memimpin regu mujahidin di desa Arqub, propinsi Homs. Sampai saat ini, ia masih memimpin jihad dari garis depan dan menjadi tauladan ketegaran mujahidin dalam menghadapi musuh-musuh Islam. Allahu akbar, semoga Allah senantiasa menurunkan kemenangan kepada mujahidin Islam di negeri Syam.
Ketegaran mujahidin Suriah di medan ribath dan jihad sungguh sangat mengagumkan. Adalah Sami Rahmaun, seorang mujahid yang tetap bertempur di garis depan meski ia telah kehilangan salah satu tangannya.
Sami Rahmaun adalah komandan mujahidin brigade Abul Alamain di distrik Halfaya, propinsi Pinggiran Hamah. Pertempuran dengan persenjataan sederhana melawan militer rezim Suriah yang jauh unggul di bidang jumlah personil dan persenjataan memaksa mujahidin untuk menempuh taktik gerilya.
Regu yang dipimpin Sami Rahmaun berpindah dari satu medan tempur ke medan tempur lainnya, dari satu desa ke desa lainnya. Mereka terus melakukan sergapan demi sergapan dan menimbulkan kerugian demi kerugiaan di pihak militer rezim Suriah. Dalam pertempuran di desa Shalahudin, propinsi Homs, Sami Rahmaun terkena pecahan tembakan artileri rezim Suriah. Luka di tangan kirinya cukup parah dan ia harus menjalani operasi amputasi.
Sami Rahmaun tidak pernah patah semangat dengan cacat tangan kirinya. Semangatnya untuk berjihad demi membela kaum muslimin sunni dari kebiadaban rezim Nushairiyah dukungan komunis Rusia dan Syiah Iran tetap bergelora. Setelah lukanya sembuh, ia kembali mengangkat senjata dan memimpin regu mujahidin di desa Arqub, propinsi Homs. Sampai saat ini, ia masih memimpin jihad dari garis depan dan menjadi tauladan ketegaran mujahidin dalam menghadapi musuh-musuh Islam. Allahu akbar, semoga Allah senantiasa menurunkan kemenangan kepada mujahidin Islam di negeri Syam.
Lucu, Gambar Ejekan Terhadap Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jadi bahan ejekan di dunia maya. Netanyahu diejek segelintir orang saat ia menggambar kartun ‘garis merah’ terkait bahaya program rencana nuklir Iran. Sikap phobia Netanyahu pada Iran ini justru mengundang pengguna Internet untuk mengejeknya.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, pada hari Sabtu (29/9), menemukan gambar rekayasa yang mengolok-olok Netanyahu. Gambar itu merubah wajah perdana menteri Israel itu dengan karakter kartun mulai dari muka hitam terkena bom hingga Wile E. Coyote di Looney Tunes. Sketsa bom digambarkan Netanyahu tak luput dari keisengan. Bom diganti dengan karakter Bomber dari tokoh kartun dalam game Angry Birds.
Wile E. Coyote tokoh kartu dari serial Looney Tunes terkenal di Amerika. Karakter ini digambarkan selalu menggunakan bom untuk menangkap mangsanya, burung Road Runner, tapi dia selalu terkena ledakan dari jebakan dipasangnya sendiri.
Pesan gambar ini mempunyai penafsiran berbeda. Ada yang mengatakan, Israel itu dungu, ada pula yang bilang ketakutan mereka kalah cepat dibanding program nuklir Iran diklaim bakal kelar tahun ini.
Seluruh gambar itu mempunyai tafsir inti sama. Israel dan Benjamin Netanyahu terlalu melebih-lebihkan rencana Iran mengembangkan nuklir, padahal Negara Mullah ini mengatakan program itu untuk kebutuhan rakyat Iran dan tidak digunakan sebagai senjata massal.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, pada hari Sabtu (29/9), menemukan gambar rekayasa yang mengolok-olok Netanyahu. Gambar itu merubah wajah perdana menteri Israel itu dengan karakter kartun mulai dari muka hitam terkena bom hingga Wile E. Coyote di Looney Tunes. Sketsa bom digambarkan Netanyahu tak luput dari keisengan. Bom diganti dengan karakter Bomber dari tokoh kartun dalam game Angry Birds.
Wile E. Coyote tokoh kartu dari serial Looney Tunes terkenal di Amerika. Karakter ini digambarkan selalu menggunakan bom untuk menangkap mangsanya, burung Road Runner, tapi dia selalu terkena ledakan dari jebakan dipasangnya sendiri.
Pesan gambar ini mempunyai penafsiran berbeda. Ada yang mengatakan, Israel itu dungu, ada pula yang bilang ketakutan mereka kalah cepat dibanding program nuklir Iran diklaim bakal kelar tahun ini.
Seluruh gambar itu mempunyai tafsir inti sama. Israel dan Benjamin Netanyahu terlalu melebih-lebihkan rencana Iran mengembangkan nuklir, padahal Negara Mullah ini mengatakan program itu untuk kebutuhan rakyat Iran dan tidak digunakan sebagai senjata massal.
Situs Tralaya, Bukti Sejarah Yang Diabaikan Orientalis
Situs Tralaya merupakan sebuah komplek pemakaman Islam yang berada di pusat lokasi peninggalan kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Ciri khas keislaman situs tersebut ditunjukkan dengan adanya tulisan Arab di beberapa nisannya yang berupa kalimat tauhid, ayat-ayat Al-Qur'an maupun doa-doa khas Islam. Situs ini ditemukan dan dikenal sejak abad XIX, dan diakui sebagai salah satu bukti eksistensi penganut agama Islam di zaman Majapahit.
Tidak hanya itu, orang-orang yang dimakamkan di tralaya tersebut diyakini sebagai para pejabat istana Majapahit. Hal itu dibuktikan dengan letaknya yang berdekatan dengan lokasi yang diduga sebagai pusat kerajaan Majapahit. Di samping itu, pada nisan-nisan Tralaya dipahatkan Surya Majapahit, yang disebut-sebut sebagai lambang dinasti Majapahit. Hal tersebut sangat memungkinkan, mengingat lambang dinasti kerajaan tidak boleh sembarangan digunakan oleh penduduk biasa. Angka tahun yang tertera pada nisan-nisan tersebut, yaitu 1368 hingga 1611, juga menjadi pendukung kuat dugaan tersebut bahwa sebagian mereka hidup di masa keemasan Majapahit.
Intinya, dari penelitian sementara terhadap komplek pemakaman Tralaya dapat disimpulkan bahwa situs pemakaman tersebut adalah bukti sejarah yang menunjukkan bahwa umat Islam telah eksis di zaman Majapahit. Mereka tidak hanya menjadi penduduk biasa, tetapi mampu menjadi pejabat di istana yang tentunya sedikit banyak berperan aktif di dalamnya.
Orientalis Menolak
Ketika masih baru ditemukan, hampir semua orientalis meragukan keaslian nisan-nisan Tralaya. Bahkan mereka menolak mentah-mentah kaitan situs tersebut dengan kerajaan Majapahit. Sebut saja L.W.C. van den Berg yang meragukan keaslian data epigrafi Arab pada nisan-nisan Tralaya tersebut. Dalam laporannya tertanggal 1/2/1887, Ia dengan tegas meragukan keaslian tulisan makam tersebut karena tulisan Arabnya kasar dan banyak salah tulis. Menurutnya, inskripsi Arabnya sengaja ditambahkan kemudian pada artefak yang berisi tahun Saka tersebut.
Pendapat lain dikemukakan oleh Veth yang memerkirakan bahwa nisan-nisan tersebut berasal dari batu-batu candi. Artinya, ia tidak hanya meragukan keaslian tulisannya tetapi juga meragukan keaslian makam tersebut yang kemungkinan hanya batu-batu yang sengaja ditulis Arab dan disusun sedemikian rupa. Dan, pendapat yang paling ekstrim disampaikan oleh N.J. Krom yang menegaskan bahwa situs Tralaya tidak mempunyai nilai Arkeologis sama sekali.
Tidak mengherankan jika para orientalis tersebut berpendapat seperti itu karena dalam benak mereka kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Budha dan sekaligus Jawa yang tidak ada kaitannya dengan Islam. Di samping itu, mereka tidak yakin umat Islam yang kuantitasnya sangat kecil pada saat itu mampu ikut andil dalam kerajaan Majapahit. Dan, yang lebih penting, memang karakter dari para orientalis terkesan selalu mendiskreditkan eksistensi serta peran umat Islam di Nusantara, sebagaimana ditegaskan oleh Al-Attas.
Pendapat para orientalis tersebut mulai berubah setelah L.C. Damais memublikasikan hasil penelitiannya terhadap situs Tralaya pada tahun 1957.[4] Hasil penelitiannya tersebut tidak hanya mengritisi pendapat-pendapat pendahulunya, tetapi juga mengungkap fakta menarik yang menyangkut proses interaksi budaya Islam dan Jawa pada masa itu. Kajian epigrafis terhadap huruf Jawa Kuno yang dipahatkan pada nisan di Tralaya maupun situs Trowulan dan sekitarnya menunjukkan adanya kesesuaian dengan unsur paleografis huruf Jawa kuno dari periode akhir abad XV. Kesimpulan Damais tersebut didasarkan atas studi huruf Jawa Kuno dalam konteks nisan makam Tralaya. Ini berarti tulisan yang terpahat pada nisan-nisan Tralaya memang asli dan bukan tulisan baru sebagaimana dituduhkan Berg sebelumnya.
Lebih lanjut, Damais membuktikan telah terjadi saling pengaruh antara kebudayaan Jawa dengan Islam pada abad XV. Kajian tentang huruf yang terdapat pada makam Tralaya menunjukkan bahwa bentuk angka Jawa kuno dipengaruhi oleh bentuk tulisan Arab yang serba tebal dan besar. Termasuk gaya tulisan Arab pada nisan-nisan Tralaya merupakan suatu variasi kaligrafi yang berciri lokal dan tidak sama dengan gaya tulisan kaligrafi di Timur Tengah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Berg dan orientalis lainnya kebingungan dengan bentuk-bentuk huruf tersebut, karena tidak sesuai dengan standar penulisan kaligrafi di Timur Tengah.
Menariknya, kesalahan penulisan Arab pada nisan Tralaya bukan satu-satunya kasus yang terjadi. Hal itu terjadi hampir di semua penulisan Arab pada masa itu, termasuk penulisan naskah-naskah berbahasa Jawa. Penyebabnya tidak lain karena penulisnya adalah seorang Muslim Jawa atau "Pribumi" yang bukan dari kalangan ulama atau penutur bahasa Arab yang mahir. Tidak mengherankan jika penulisan teks Arab pada nisan-nisan tersebut dianggap salah oleh para peneliti seperti Berg.
Padahal, menurut Habib Mustopo, dalam menulis kutipan berbahasa Arab, Muslim-Jawa sering menulis berdasarkan bunyi fonemnya dan bukan sesuai kaidah penulisannya. Menurut dia, hal ini sudah berlaku secara umum bahwa penulisan bahasa Arab telah mengalami perubahan fonem menurut ucapan Jawa. Ia mencontohkan dalam naskah berbahasa Jawa terdapat kutipan "huwa napiyyullutallak" seharusnya huwa 'Inafyu' I-mutlaq.[6] Dalam dalam Serat Praniti Wakja Djangka Djojobojo terdapat kata "lochil ma'pule" untuk mengatakan "lauh al mahfudz".[7] Bahkan dalam Serat Centini sekalipun terdapat kata "holomodin" untuk menyebut kitab Ihya' Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali.
Setelah muncul dan berkembangnya pusat-pusat studi keislaman yang diwakili oleh pesantren-pesantren, barulah penggunaan bahasa Arab mulai marak dan menuju ke arah yang semakin baku. Untuk memermudah menyalin fonem beberapa huruf Arab ke dalam huruf Jawa ditambahkanlah tanda diakritik untuk huruf-huruf Jawa tertentu. Termasuk sebaliknya, ketika huruf Arab mulai digunakan untuk menulis manuskrip dalam bahasa Jawa, huruf Arab itupun ditambah dengan tanda diakritik yang dapat menampung fonem bahasa Jawa. Dalam perkembangan selanjutnya, tulisan-tulisan dengan karakter seperti ini disebut dengan tulisan Arab pegon yang masih digunakan di pesantren hingga sekarang.
Kesimpulan
Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa:
1. Situs Tralaya merupakan bukti otentik adanya komunitas Muslim di masa kejayaan Majapahit.
2. Komunitas Muslim yang dimakamkan di situs Tralaya adalah orang-orang dekat istana, baik para pejabat istana Majapahit maupaun keluarganya.
3. Tuduhan sebagian orientalis terhadap keaslian situs Tralaya terbantahkan dengan penelitian LC Damais yang membuktikan bahwa nisan-nisan di Tralaya adalah asli berdasarkan kajian epigrafi.
4. Terjadi interaksi damai antara budaya Islam dengan Jawa pada masa-masa awal kedatangan Islam di Jawa.
Oleh: M. Masykur Ismail, Sidoarjo
Jurnalis InPAS & anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur
Tidak hanya itu, orang-orang yang dimakamkan di tralaya tersebut diyakini sebagai para pejabat istana Majapahit. Hal itu dibuktikan dengan letaknya yang berdekatan dengan lokasi yang diduga sebagai pusat kerajaan Majapahit. Di samping itu, pada nisan-nisan Tralaya dipahatkan Surya Majapahit, yang disebut-sebut sebagai lambang dinasti Majapahit. Hal tersebut sangat memungkinkan, mengingat lambang dinasti kerajaan tidak boleh sembarangan digunakan oleh penduduk biasa. Angka tahun yang tertera pada nisan-nisan tersebut, yaitu 1368 hingga 1611, juga menjadi pendukung kuat dugaan tersebut bahwa sebagian mereka hidup di masa keemasan Majapahit.
Intinya, dari penelitian sementara terhadap komplek pemakaman Tralaya dapat disimpulkan bahwa situs pemakaman tersebut adalah bukti sejarah yang menunjukkan bahwa umat Islam telah eksis di zaman Majapahit. Mereka tidak hanya menjadi penduduk biasa, tetapi mampu menjadi pejabat di istana yang tentunya sedikit banyak berperan aktif di dalamnya.
Orientalis Menolak
Ketika masih baru ditemukan, hampir semua orientalis meragukan keaslian nisan-nisan Tralaya. Bahkan mereka menolak mentah-mentah kaitan situs tersebut dengan kerajaan Majapahit. Sebut saja L.W.C. van den Berg yang meragukan keaslian data epigrafi Arab pada nisan-nisan Tralaya tersebut. Dalam laporannya tertanggal 1/2/1887, Ia dengan tegas meragukan keaslian tulisan makam tersebut karena tulisan Arabnya kasar dan banyak salah tulis. Menurutnya, inskripsi Arabnya sengaja ditambahkan kemudian pada artefak yang berisi tahun Saka tersebut.
Pendapat lain dikemukakan oleh Veth yang memerkirakan bahwa nisan-nisan tersebut berasal dari batu-batu candi. Artinya, ia tidak hanya meragukan keaslian tulisannya tetapi juga meragukan keaslian makam tersebut yang kemungkinan hanya batu-batu yang sengaja ditulis Arab dan disusun sedemikian rupa. Dan, pendapat yang paling ekstrim disampaikan oleh N.J. Krom yang menegaskan bahwa situs Tralaya tidak mempunyai nilai Arkeologis sama sekali.
Tidak mengherankan jika para orientalis tersebut berpendapat seperti itu karena dalam benak mereka kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Budha dan sekaligus Jawa yang tidak ada kaitannya dengan Islam. Di samping itu, mereka tidak yakin umat Islam yang kuantitasnya sangat kecil pada saat itu mampu ikut andil dalam kerajaan Majapahit. Dan, yang lebih penting, memang karakter dari para orientalis terkesan selalu mendiskreditkan eksistensi serta peran umat Islam di Nusantara, sebagaimana ditegaskan oleh Al-Attas.
Pendapat para orientalis tersebut mulai berubah setelah L.C. Damais memublikasikan hasil penelitiannya terhadap situs Tralaya pada tahun 1957.[4] Hasil penelitiannya tersebut tidak hanya mengritisi pendapat-pendapat pendahulunya, tetapi juga mengungkap fakta menarik yang menyangkut proses interaksi budaya Islam dan Jawa pada masa itu. Kajian epigrafis terhadap huruf Jawa Kuno yang dipahatkan pada nisan di Tralaya maupun situs Trowulan dan sekitarnya menunjukkan adanya kesesuaian dengan unsur paleografis huruf Jawa kuno dari periode akhir abad XV. Kesimpulan Damais tersebut didasarkan atas studi huruf Jawa Kuno dalam konteks nisan makam Tralaya. Ini berarti tulisan yang terpahat pada nisan-nisan Tralaya memang asli dan bukan tulisan baru sebagaimana dituduhkan Berg sebelumnya.
Lebih lanjut, Damais membuktikan telah terjadi saling pengaruh antara kebudayaan Jawa dengan Islam pada abad XV. Kajian tentang huruf yang terdapat pada makam Tralaya menunjukkan bahwa bentuk angka Jawa kuno dipengaruhi oleh bentuk tulisan Arab yang serba tebal dan besar. Termasuk gaya tulisan Arab pada nisan-nisan Tralaya merupakan suatu variasi kaligrafi yang berciri lokal dan tidak sama dengan gaya tulisan kaligrafi di Timur Tengah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Berg dan orientalis lainnya kebingungan dengan bentuk-bentuk huruf tersebut, karena tidak sesuai dengan standar penulisan kaligrafi di Timur Tengah.
Menariknya, kesalahan penulisan Arab pada nisan Tralaya bukan satu-satunya kasus yang terjadi. Hal itu terjadi hampir di semua penulisan Arab pada masa itu, termasuk penulisan naskah-naskah berbahasa Jawa. Penyebabnya tidak lain karena penulisnya adalah seorang Muslim Jawa atau "Pribumi" yang bukan dari kalangan ulama atau penutur bahasa Arab yang mahir. Tidak mengherankan jika penulisan teks Arab pada nisan-nisan tersebut dianggap salah oleh para peneliti seperti Berg.
Padahal, menurut Habib Mustopo, dalam menulis kutipan berbahasa Arab, Muslim-Jawa sering menulis berdasarkan bunyi fonemnya dan bukan sesuai kaidah penulisannya. Menurut dia, hal ini sudah berlaku secara umum bahwa penulisan bahasa Arab telah mengalami perubahan fonem menurut ucapan Jawa. Ia mencontohkan dalam naskah berbahasa Jawa terdapat kutipan "huwa napiyyullutallak" seharusnya huwa 'Inafyu' I-mutlaq.[6] Dalam dalam Serat Praniti Wakja Djangka Djojobojo terdapat kata "lochil ma'pule" untuk mengatakan "lauh al mahfudz".[7] Bahkan dalam Serat Centini sekalipun terdapat kata "holomodin" untuk menyebut kitab Ihya' Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali.
Setelah muncul dan berkembangnya pusat-pusat studi keislaman yang diwakili oleh pesantren-pesantren, barulah penggunaan bahasa Arab mulai marak dan menuju ke arah yang semakin baku. Untuk memermudah menyalin fonem beberapa huruf Arab ke dalam huruf Jawa ditambahkanlah tanda diakritik untuk huruf-huruf Jawa tertentu. Termasuk sebaliknya, ketika huruf Arab mulai digunakan untuk menulis manuskrip dalam bahasa Jawa, huruf Arab itupun ditambah dengan tanda diakritik yang dapat menampung fonem bahasa Jawa. Dalam perkembangan selanjutnya, tulisan-tulisan dengan karakter seperti ini disebut dengan tulisan Arab pegon yang masih digunakan di pesantren hingga sekarang.
Kesimpulan
Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa:
1. Situs Tralaya merupakan bukti otentik adanya komunitas Muslim di masa kejayaan Majapahit.
2. Komunitas Muslim yang dimakamkan di situs Tralaya adalah orang-orang dekat istana, baik para pejabat istana Majapahit maupaun keluarganya.
3. Tuduhan sebagian orientalis terhadap keaslian situs Tralaya terbantahkan dengan penelitian LC Damais yang membuktikan bahwa nisan-nisan di Tralaya adalah asli berdasarkan kajian epigrafi.
4. Terjadi interaksi damai antara budaya Islam dengan Jawa pada masa-masa awal kedatangan Islam di Jawa.
Oleh: M. Masykur Ismail, Sidoarjo
Jurnalis InPAS & anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur
Iblis Datang dari Muka, Belakang, Kanan, dan Kiri
Di dalam Al Qur’an, akan kita dapati sebuah rekaman dialog antara Allah SWT dengan iblis yang dihukum oleh Allah. Dalam dialog tersebut, iblis menyatakan untuk selalu menyesatkan manusia. Hal tersebut terekam dalam surat Al A’raf ayat 16-17 berikut ini:
“Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).’” (QS. Al A’raf : 16-17)
Dari ayat Al Quran di atas dijelaskan bahwa Iblis akan selalu menghalang-halangi kita dari jalan yang lurus. Caranya, dia akan mendatangi kita dari muka, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri kita. Lalu apa maksud dari keempat penjuru itu?
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 17 di atas adalah:
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka”: Iblis akan membuat manusia ragu akan permasalahan akhirat (Min baini Aidihim),
“dan dari belakang mereka”: membuat mereka cinta kepada dunia (Wa Min Kholfihim),
“dari kanan”: urusan-urusan agama akan dibuat tidak jelas (Wa ‘An Aimaanihim)
“dan dari kiri mereka”: dan manusia akan dibuat tertarik dan senang terhadap kemaksiatan (Wa ‘An Syama’ilihim).
Lalu timbul pertanyaan di benak kita, mengapa iblis tidak mendatangi kita dari atas dan dari bawah kita? Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah tafsir Al Qur’an berikut ini:
Al-Fakhrur-Razy dalam tafsirnya berkata: “Diriwayatkan bahwa ketika Iblis mengatakan ucapannya tersebut, maka hati para malaikat menjadi kasihan terhadap manusia mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, bagaimana mungkin manusia bisa melepaskan diri dari gangguan syaitan?” Maka Allah berfirman kepada mereka bahwa bagi manusia masih tersisa dua jalan: atas dan bawah, jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam do’a dengan penuh kerendah-hatian atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyu’an, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka” (At-Tafsir Al-Kabir V/215)
Dalam tafsir yang lain juga dikatakan bahwa Iblis tidak mendatangi kita dari atas, karena rahmat turun kepada manusia dari atas (Tafsir Ibnu katsir III/394-395).
Oleh karena itu iman adalah senjata kita. Berdoalah, mari kita berlindung kepada Allah atas segala godaan syaithan yang terkutuk.
“Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).’” (QS. Al A’raf : 16-17)
Dari ayat Al Quran di atas dijelaskan bahwa Iblis akan selalu menghalang-halangi kita dari jalan yang lurus. Caranya, dia akan mendatangi kita dari muka, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri kita. Lalu apa maksud dari keempat penjuru itu?
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 17 di atas adalah:
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka”: Iblis akan membuat manusia ragu akan permasalahan akhirat (Min baini Aidihim),
“dan dari belakang mereka”: membuat mereka cinta kepada dunia (Wa Min Kholfihim),
“dari kanan”: urusan-urusan agama akan dibuat tidak jelas (Wa ‘An Aimaanihim)
“dan dari kiri mereka”: dan manusia akan dibuat tertarik dan senang terhadap kemaksiatan (Wa ‘An Syama’ilihim).
Lalu timbul pertanyaan di benak kita, mengapa iblis tidak mendatangi kita dari atas dan dari bawah kita? Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah tafsir Al Qur’an berikut ini:
Al-Fakhrur-Razy dalam tafsirnya berkata: “Diriwayatkan bahwa ketika Iblis mengatakan ucapannya tersebut, maka hati para malaikat menjadi kasihan terhadap manusia mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, bagaimana mungkin manusia bisa melepaskan diri dari gangguan syaitan?” Maka Allah berfirman kepada mereka bahwa bagi manusia masih tersisa dua jalan: atas dan bawah, jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam do’a dengan penuh kerendah-hatian atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyu’an, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka” (At-Tafsir Al-Kabir V/215)
Dalam tafsir yang lain juga dikatakan bahwa Iblis tidak mendatangi kita dari atas, karena rahmat turun kepada manusia dari atas (Tafsir Ibnu katsir III/394-395).
Oleh karena itu iman adalah senjata kita. Berdoalah, mari kita berlindung kepada Allah atas segala godaan syaithan yang terkutuk.
KEAJAIBAN BURUNG YANG TERBANG SORE HARI
Sahabat sering kita melihat burung bangau atau sejenisnya terbang disore hari membentuk pola huruf "V" dan fenomena ini juga terjadi pada angsa - angsa yang berada dinegara - negara empat musim tepatnya pada musim gugur, subhanallah, fenomena membuat kita bertanya - tanya kenapa ya?
Dalam alqur'an surah al an'am dan al mulk Allah SWT berfirman :
Berikut ini beberapa fakta mengenai burung - burung tersebut :
Dalam alqur'an surah al an'am dan al mulk Allah SWT berfirman :
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu..... ( al an'am : 38 )
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.(al mulk :19 )
Berikut ini beberapa fakta mengenai burung - burung tersebut :
- Kepakan sayap angsa di depan, memberi “daya dukung” bagi angsa dibelakangnya. Angsa di belakang tidak perlu susah-payah menembus ‘airwall’ di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan angsa dapat menempuh jarakterbang 71 % lebih Jauh dari pada kalau setiap angsa harus terbangsendiri-sendiri.
- Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan angsa di depannya.
- Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.
- Angsa-angsa yang terbang dalam formasi mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang memberi semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.
- Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat terbang lagi, tidak sampai mati. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.
Kitab(Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (Al Baqarah :2 )
Mursi: Orang Mesir Tak Akan Diam Menghadapi Blokade Gaza
Presiden Mesir Dr. Muhammad Mursi menegaskan bahwa sikap Mesir terhadap isu Palestina tidak berubah. Mesir berdiri di pihak rakyat Palestina dalam semua yang diputuskan tanpa ikut campur urusan internalnya.
Hal tersebut disampaikan Mursi dalam sebuah pidato panjang di depan konferensi keempat Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP), Ahad (30/9). Dia berjanji orang Mesir tidak akan berdiri dengan sikap lemah menghadapi blokade Gaza. Dia mengatakan, “Berkenaan dengan sikap terhadap isu Palestina, sikap kami sangat jelas. Kami memikul isu ini dan berdiri bersama rakyat Palestina. Kami juga sudah lama dan terus serta akan tetap mengambil keputusan yang sesuai untuk rakyat Palestina. Kami terus berhubungan dengan semua faksi Palestina yang mewakili rakyat Palestina di dalam dan di luar Palestina.”
Menurut Mursi, “Merekalah yang mengambik keputusan tanpa campur tangan. Kami mendukung penuh mereka dalam semua keputusan yang diambilnya. Di saat yang sama tidak mungkin bagi kami di Mesir melalaikan uluran bantuan kepada warga Gaza dan Tepi Barat serta semua orang Palestina di semua tempat.”
Mursi menambahkan, “Tidak mungkin orang Mesir lemah menghadapi blokade Gaza. Perlintasan-perlintasan antara kami dan Gaza terbuka untuk memberikan apa yang dibutuhkan warga gaza, baik makanan, obat-obatan, pendidikan dan hubungan antara keluarga. Perbatasan dan perlintasan terbuka agar kami bisa melaksanakan peran dan kewajiban kami untuk Jalur Gaza.”
Mursi menyerukan dunia untuk membela Palestina dan mendukung mereka untuk mendapatkan hak-haknya secara penuh dan pendirian negaranya yang merdeka dengan ibukota al Quds. Dia mengatakan, “Kami berharap pendirian negara Palestina merdeka dengan kehendak orang-orang Palestina dan ibukota al Quds. Kami menyerukan dunia untuk mendukung Palestina sampai mereka hidup bebas seperti rakyat di dunia lainnya. Sampai mereka hidup aman dan damai, untuk diri sendiri, anak-anak dan kaum wanita mereka. Ini adalah hak mereka dan kami mendukung mereka. Kami bersama mereka dalam satu parit. Kami menyerukan dunia untuk menolong mereka mendapatkan hak-haknya.(INFO PALESTINA)
Hal tersebut disampaikan Mursi dalam sebuah pidato panjang di depan konferensi keempat Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP), Ahad (30/9). Dia berjanji orang Mesir tidak akan berdiri dengan sikap lemah menghadapi blokade Gaza. Dia mengatakan, “Berkenaan dengan sikap terhadap isu Palestina, sikap kami sangat jelas. Kami memikul isu ini dan berdiri bersama rakyat Palestina. Kami juga sudah lama dan terus serta akan tetap mengambil keputusan yang sesuai untuk rakyat Palestina. Kami terus berhubungan dengan semua faksi Palestina yang mewakili rakyat Palestina di dalam dan di luar Palestina.”
Menurut Mursi, “Merekalah yang mengambik keputusan tanpa campur tangan. Kami mendukung penuh mereka dalam semua keputusan yang diambilnya. Di saat yang sama tidak mungkin bagi kami di Mesir melalaikan uluran bantuan kepada warga Gaza dan Tepi Barat serta semua orang Palestina di semua tempat.”
Mursi menambahkan, “Tidak mungkin orang Mesir lemah menghadapi blokade Gaza. Perlintasan-perlintasan antara kami dan Gaza terbuka untuk memberikan apa yang dibutuhkan warga gaza, baik makanan, obat-obatan, pendidikan dan hubungan antara keluarga. Perbatasan dan perlintasan terbuka agar kami bisa melaksanakan peran dan kewajiban kami untuk Jalur Gaza.”
Mursi menyerukan dunia untuk membela Palestina dan mendukung mereka untuk mendapatkan hak-haknya secara penuh dan pendirian negaranya yang merdeka dengan ibukota al Quds. Dia mengatakan, “Kami berharap pendirian negara Palestina merdeka dengan kehendak orang-orang Palestina dan ibukota al Quds. Kami menyerukan dunia untuk mendukung Palestina sampai mereka hidup bebas seperti rakyat di dunia lainnya. Sampai mereka hidup aman dan damai, untuk diri sendiri, anak-anak dan kaum wanita mereka. Ini adalah hak mereka dan kami mendukung mereka. Kami bersama mereka dalam satu parit. Kami menyerukan dunia untuk menolong mereka mendapatkan hak-haknya.(INFO PALESTINA)
Langganan:
Postingan (Atom)







